Qantas bidik maskapai di Asia
Qantas Airways Ltd, perusahaan penerbangan terbesar di Australia, akan memburu maskapai di Asia setelah rencana merger dengan British Airways Plc (BA) mengalami kegagalan.
"Kami tetap berpandangan bahwa banyak perusahaan penerbangan di Asia memiliki kinerja pendapatan yang memberikan peluang yang signifikan," kata anais Credit Suisse Group AG Anthony Moulder dan David Bailey dalam pernyataannya hari ini.
Pembicaraan antara British Airways dan Qantas berakhir setelah Chief Executive Officer BA Willie Walsh dan Alan Joyce dari Qantas gagal mencapai kesepakatan siapa yang akan menjadi pengendali atas perusahaan hasil merger. Penjualan perusahaan itu nantinya mencapai US$24 miliar dengan kekuaran armada 500 pesawat.
Malaysian Airline System Bhd pekan ini melaporkan tengah melakukan pembicaraan untuk "strategic partnerships" dengan sejumlah perusahaan penerbangan termasuk Qantas.
"Kami melihat hasil pembicaraan dengan BA merupakan hasil yang positif bagi pemegang saham Qantas. Kami berharap dialog antara Qantas dengan maskapai di Asia dapat ditingkatkan setelah hasil dengan BA itu," ujar dua analis itu.
0 komentar:
Posting Komentar