Jumat, 19 Desember 2008

Harga Tiket Pesawat di Medan Masih Tinggi

Meski harga minyak dunia sudah turun, tetap belum satupun maskapai yang menurunkan harga.

Meski Departemen Perhubungan RI telah menganjurkan penurunan harga jual tiket penerbangan, seiring dengan bertahannya harga minyak mentah dunia pada kisaran harga US$ 50. Namun hingga kini belum satu pun maskapai yang mengikuti anjuran tersebut.

Ditemui VIVAnews di kantornya, Kepala Administrasi Bandara Polonia Medan, Yuli Sudoso mengatakan imbauan agar menurunkan harga ini telah berulangkali disampaikan organisasi maskapai penerbangan. Namun tetap saja imbauan itu belum juga digubris. Akibatnya, hingga kini harga tiket masih tinggi.

"Kami sudah meminta kepada Indonesian National Aircarriers Association (INAKA) untuk menurunkan harga tiket penerbangan, tapi sampai sekarang kita belum melihat realisasinya," kata Yuli Sudoso, Jumat 19 Desember 2008.

Meski Keputusan Menteri (KM) Perhubungan No 9 dan No 11 telah menetapkan rasio batas atas tarif penerbangan Rp 1.270.000 rupiah dan masih harus ditambah pajak, namun tiket penerbangan untuk rute Medan-Jakarta hingga hari ini masih tetap dijual pada kisaran harga Rp 1,2 juta hingga Rp 1,6 juta per penerbangan.

Hal ini sulit untuk dikendalikan sebab penetapan tarif penerbangan mengacu pada mekanisme pasar. Mengikuti standar harga avtur yang mengacu pada harga minyak mentah dunia.

Apalagi informasi dari kalangan maskapai yang diterima Adband, harga tinggi masih harus diberlakukan mengingat nilai tukar rupiah atas dollar Amerika Serikat, berdampak pada tingginya harga suku cadang pesawat.


0 komentar:

Aviasi Video's Pick