Garuda Akan Terbang Perdana Denpasar-Shanghai
Garuda Indonesia akan memulai penerbangan perdana tujuan Denpasar-Shanghai pada 20 Desember mendatang, sebagai upaya untuk mengantisipasi pertumbuhan penumpang dari China.
General Manager (GM) Garuda Denpasar, Bagus Y. Siregar di Denpasar, Selasa (16/12) malam menyatakan, sebagai maskapai penerbangan nasional dengan melihat pangsa pasar China yang cukup potensial itu harus digarap secara maksimal.
"Peluang itu akan digarap secara maksimal untuk dapat mendatangkan wisatawan asal negeri tirai bambu ke Pulau Dewata. Dan dengan penerbangan langsung Denpasar-China PP sudah tentu memperpendek perjalanan mereka yang ingin berlibur di Bali. Karena selama ini untuk ke Bali harus transit lewat Jakarta," katanya di sela jamuan makan malam bersama peserta "China Mega Educational Tour 2008".
Bagus mengatakan, peserta "China Mega Educational Tour 2008" yang diikuti 150 orang berasal dari tiga provinsi di China diantaranya, Canton dan Beijing. Peserta dari kalangan agen pariwisata dan media massa. "Selama tiga hari hingga Sabtu (18/12), mereka kita ajak melihat langsung obyek dan potensi pariwisata di Bali serta mempromosikan penerbangan perdana Garuda. Dan berharap langkah yang ditempuh ini dapat mendukung perkembangan pariwisata di Pulau Seribu Pura," ucapnya.
Sedangkan GM Garuda Shanghai, Syamsuddin J. Souib, mengatakan, masyarakat di China untuk berlibur ke luar negeri, terutama ke Bali potensinya sangat besar, walau kini dalam menghadapi krisis keuangan global. "Kami belum melihat ada pengaruh krisis terhadap jumlah wisatawan dari China. Bahkan jumlah penumpang yang kita angkut dari China mengalami peningkatan signifikan," katanya.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata Bali, Gede Nurjaya sangat mendukung upaya Garuda Indonesia untuk melakukan penerbangan langsung dari China ke Bali sebagai upaya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. "Kami sangat mendukung apa yang dilakukan maskapai Garuda untuk melakukan jelajah langsung dari Denpasar ke China. Itu sebagai komitmen untuk bersama-sama mendatangkan wisatawan mancanegara sebanyak-banyaknya," ucapnya.
Gede menyebutkan perkembangan kunjungan wisatawan China ke Bali tahun 2003-2007 mengalami peningkatan yang cukup pesat. Bahkan pada tahun 2006 jumlah kunjungan wisatawan China mencapai 40.687 orang. Jumlah tersebut mengalami peningkatan 137,42 persen dibandingkan 2005.
Dikatakan, hingga Oktober 2008 jumlah kunjungan wisman China sebanyak 105.356 orang. Sejak tahun 2004 wisman China sudah masuk dalam urutan 15 besar dan pada tahun 2008 China menduduki peringkat ke-5. "Kami yakin dengan penerbangan langsung Garuda dalam waktu yang tidak terlalu lama jumlah kunjungan wisatawan China akan menduduki peringkat pertama," kata Nurjaya penuh optimistis.
0 komentar:
Posting Komentar